Movie Review : AVATAR (2009)
Karena berbagai kesibukan, saya cukup terlambat menonton film ini. Di samping tiketnya yang agak sulit didapat, perjuangan untuk mengatur waktu juga sempat menjadi kendala. Tapi, akhirnya tercapai juga keinginan menontonnya.
Durasi “Avatar” cukup lama, hampir 3 jam. Jadi, saya menerapkan trik untuk minum sedikit-sedikit supaya tidak ada adegan yang ketinggalan. Sayang kan, kalau harus ditinggal ke toilet.
Film yang dibuat dengan teknologi canggih Computer Graphics (CG) 3 Dimensi ini, masuk dalam kategori Fantasy/Fiksi Ilmiah. “Avatar” merupakan hasil karya cemerlang sutradara James Cameron, diedarkan oleh 20th Century Fox.
Film Avatar bercerita mengenai perjuangan seorang mantan anggota Marinir bernama Jake Sully (diperankan Sam Worthington), untuk mengikuti hati nuraninya. Cerita yang bersetting di tahun 2154 ini menggambarkan usaha manusia dalam proyek untuk mendapatkan mineral Unobtanium di Planet Pandora.
Sully, yang dilibatkan dalam proyek ini, mengikuti Program Avatar, dimana sebuah mesin canggih memindahkan kesadarannya ke dalam tubuh mahluk Na’Vi, yaitu para penghuni Planet Pandora.
Petualangannya di Pandora, membawanya dalam pertemuan dengan Neytiri, seorang perempuan Na’vi. Sebuah dilemma pun membelenggu Sully. Apakah ia akan tetap menjalankan misi proyek mineral Unobtanium dan menghancurkan kedamaian di Planet Pandora sebagai dampaknya?
Film ini benar-benar luar biasa. Kecanggihan CGnya menawan, suasana alam Planet Pandora yang indah digambarkan dengan mempesona. Rasa penasaran saya terbayar sudah akan film ini. Jika ada kesempatan, saya ingin menontonnya lagi.
Rating : 4/5.